Nama : Angguspa Selvera
NIM : 06141181419064
Prodi : Pendidikan Guru Anak Usia Dini
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Sriwijaya
Membuat contoh aktivitas pembelajaran berdasarkan teori Piaget, diuraikan
perencanaannya Max 20 Mb
|
Available
from:
|
Monday, 30
March 2015, 10:05 AM
|
|
Due date:
|
Monday, 6
April 2015, 10:05 AM
|
Contoh Aktivitas Pembelajaran berdasarkan Teori Jean Piaget
Jean Piaget adalah seorang tokoh
pendidikan yang dilahirkan di Neuchâtel, Swiss, pada tanggal 9 Agustus 1896.
Ayahnya bernama Arthur Piaget sedangkan ibunya bernama Rebecca Jackson. Ayahnya
adalah seorang profesor sastra sedangkan ibunya orangnya cerdas dan energik.
Jean Piaget terkenal dengan teorinya tentang perkembangan psikologis
manusia. Menurut Piaget , setiap individu mengalami tingkat-tingkat
perkembangan intelektual dalam pembelajaran. Ada 4 tahap teori belajar
kognitif menurut piaget. Tahap- tahap tersebut berdasarkan umur seorang anak.
Latar
Belakang
Matematika merupakan disiplin ilmu yang mempunyai sifat yang khas kalau
dibandingkan dengan disiplin lain. Oleh karena itu kegiatan belajar dan
mengajar matematika seyogianya juga tidak disamakan begitu saja dengan ilmu
lain, karena kemampuan peserta didik berbeda – beda, maka kegiatan belajar dan
mengajar haruslah diatur sekaligus memperhatikan kemampuan peserta didik.
Pada umumnya proses belajar - mengajar matematika berkenaan dengan perubahan
tingkah laku seseorang dipelajari melalui psikologi, sehingga diterapkanlah
teori – teori psikologi yang berkaitan dengan proses belajar – mengajar
matematika.
Teori perkembangan kognitif Piaget banyak mempengaruhi dunia pendidikan,
terutama pendidikan kognitif pada masa anak – anak sampai remaja.
Pengertian
Belajar menurut Piaget
Menurut Jean Piaget(1896-1980), pakar psikologi dari
Swiss, mengatakan bahwa belajar akan
lebih berhasil apabila disesuaikan dengan tahap perkembangan kognitif peserta
didik. Peserta didik hendaknya diberi kesempatan untuk melakukan eksperimen
dengan obyek fisik, yang ditunjang oleh interaksi dengan teman sebaya dan
dibantu oleh pertanyaan tilikan dari guru. Guru hendaknya banyak memberikan
rangsangan kepada peserta didik agar mau berinteraksi dengan lingkungan secara
aktif, mencari dan menemukan berbagai hal dari lingkungan.
Menurut Piaget pengetahuan (knowledge) adalah
interaksi yang terus menerus antara individu dengan lingkungan. Fokus
perkembangan kognitif Piaget adalah perkembangan secara alami fikiran pebelajar
mulai anak-anak sampai dewasa. Konsepsi perkembangan kognitif Piaget,
diturunkan dari analisa perkembangan biologi organisme tertentu. Menurut
Piaget, intelegen (IQ=kecerdasan) adalah seperti sistem kehidupan lainnya,
yaitu proses adaptasi.
Menurut Piaget (dalam Dr.Paul
Suparno, 2001:49) metode pengajaran matematika dalam bentuk ceramah memang baik
bagi orang yang sudah dewasa tetapi banyak menyebabkan hambatan bagi murid yang
masih dalam tingkat pengajaran yang masih rendah. Kemudian Piaget menekankan
hal pokok dalam pengajaran matematika pada murid bahwa Pengajaran
matematika tidak boleh melalaikan peran kegiatan – kegiatan, khususnya pada anak–anak
yang masih kecil. Pengalaman fisis dan pengalaman matematis-logis sangat
penting dalam mengembangkan pengetahuan, baik fisis maupun matematis.
Contoh: Andi yang berumur 4 tahun
berada di sebuah taman dan mulai menyusun kelereng dalam garis lurus. Ia
menghitung dari kiri ke kanan satu sampai sepuluh. Ia menghitung dari kanan ke
kiri dengan hasil yang sama. Selanjutnya, ia meletakkan kelereng-kelereng itu
dalam suatu lingkaran dan menghitungnya lagi dengan hasil yang sama juga. Dalam
susunan bagaimana pun akhirnya ia menjadi sungguh yakin bahwa jumlahnya sama
dan tidak tergantung pada susunan atau bentuk.
IMPLIKASI TEORI
JEAN PIAGET DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA.
Teori
kognitif dan teori pengetahuan piaget sangat banyak mempengaruhi bidang pendidikan,
terlebih pendidikan kognitif. Tahap-tahap pemikiran Piaget sudah cukup lama
mempengaruhi bagaimana para pendidik menyusun kurikulum, memilih metode
pengajaran dan juga memilih bahan ajar terutama di sekolahsekolah. Maka dari
karya besar Piaget tersebut dapat diimplementasikan pada proses pembelajaran
disekolah sesuai dengan teori perkembangannya itu sendiri. Implementasi pada
pembelajaran matematika yang akan diterakan berikut hanya merupakan bentuk
sebagian saja sebagai contoh yang cocok untuk pengetahuan dan pengembangan
terhadap materi pembelajaran itu sendiri. Tentu yang terpenting adalah
kesesuaian dengan pemilihan model, pendekatan serta metode dalam pembelajaran
terhadap materi ajar.
Berikut contoh pembelajaran berdasar pada teori
Piaget sesuai tahap perkembangan kognitif anak usia sekolah;
Pokok
Bahasan : Bangun
Ruang.
Sub Pokok Bahasan : 1. Kubus.
2. Balok.
3. Tabung.
4. Prisma.
5. Limas.
6. Kerucut.
7. Bola.
a. Pembelajaran di tingkat Taman Kanak-Kanak (TK).
– Anak-anak baru hanya diperkenalkan dengan bentuk
– Pembahasan hanya terbatas pada sub pokok bahasan
yang terlihat kontekstual
– Materi kubus cukup pada bentuknya, contoh
aplikasi sekitar, serta warna jika ada.
– Demikian untuk balok, bola dan yang lainnya
dengan konsekuensi siswa mengetahui nama dan bentuknya saja.
Penjelasan;
Anak usia Taman Kanak-Kanak masuk kategori pra
operasional pada perkembangan teori Piaget. Jadi anak-anak hanya mampu melihat
gambar dan tidak berbentuk penalaran atas pengalamannya sendiri.
b. Pembelajaran ditingkat Sekolah Dasar (SD).
– Anak sudah mulai di perkenalkan dengan pendalaman
bentuk bangun yang dia ketahui tersebut.
– Pengelompokan bangun juga mulai hanya
diperkenalkan, bahwa kubus, balok dan yang lainnya termasuk bangun ruang.
– Anak-anak juga berkontekstual dengan
bangun-bangun tersebut sehingga ada pemahamannya tentang apa-apa saja yang
terdapat pada bangun itu. Seperti kubus, tentu memiliki panjang, lebar dan juga
tinggi.
– Keterhubungan unsur yang dimiliki belum
dijelaskan
– Melanjutkan pembelajaran dikelas-kelas berikutnya
sampai pada operasioperasi sederhana yang terdapat pada bangun itu.
Penjelasan;
Sesuai kurikulum pembelajaran tematik bangun ruang
ini baru diperkenalkan dikelas II SD, itu artinya pembelajaran-pembelajaran sebelumnya
tentu masih mengacu pada pra operasional. Dan pada pembelajaran selanjutnya di
SD ini sudah memasuki tahap Operasi Kongkret sesuai teori perkembangan kognitif
Piaget.
KESIMPULAN
Perkembangan kognitif adalah tahap-tahap
perkembangan kognitif manusia mulai dari usia anak-anak sampai dewasa; mulai
dari proses-proses berpikir secara konkret sampai dengan yang lebih tinggi
yaitu konsep-konsep anstrak dan logis.
Jean Piaget seorang pakar yang banyak melakukan
penelitian tentang perkembangan kemampuan kognitif manusia, mengemukakan dalam
teorinya bahwa kemampuan kognitif manusia terdiri atas 4 tahap dari lahir
hingga dewasa.
Tahap dan urutan berlaku untuk semua usia tetapi
usia pada saat seseorang mulai memasuki tahap tertentu tidak sama untuk setiap
orang. Keempat tahap perkembangan itu digambarkan dalam teori Piaget sebagai
1. Tahap sensorimotor: umur 0 – 2 tahun
(anak mengalami dunianya melalui gerak dan inderanya serta mempelajari
permanensi obyek)
2. Tahap pra-operasional: umur 2 – 7 tahun
(Ciri pokok perkembangannya adalah penggunaan symbol/bahasa tanda dan konsep
intuitif)
3. Tahap operasional konkret: umur 7 – 11/12
tahun (anak mulai berpikir secara logis tentang kejadian-kejadian konkret)
4. Tahap operasional formal: umur 11/12 ke
atas. (Ciri pokok perkembangannya adalah hipotesis, abstrak, deduktif dan
induktif serta logis dan probabilitas )
Bagi guru matematika, teori Piaget jelas sangat
relevan, karena dengan menggunakan teori ini, guru dapat mengetahui adanya
tahap-tahap perkembangan tertentu pada kemampuan berpikir anak di kelasnya.
Dengan demikian guru bisa memberikan perlakuan yang tepat bagi siswanya,
misalnya dalam memilih cara penyampaian materi bagi siswa, penyediaan alat-alat
peraga dan sebagainya, sesuai dengan tahap perkembangan kemampuan berpikir yang
dimiliki oleh siswa masing-masing. Guru perlu mencermati apakah symbol-simbol
matematika yang digunakan guru dalam mengajar cukup mudah dipahami siswa,
dengan mengingat tingkat kemampuan berpikir yang dimiliki oleh masing-masing
siswa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar